Medan Magnet Penyebab Kecelakaan di Perlintasan KA

Medan Magnet Kereta Api'Mitos' lama ini kembali terngiang di kepalaku setelah peristiwa hari minggu kemarin. perjalanan Jogja-Kutoarjo dengan kereta Prameks yang biasanya ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam, kala itu harus molor hingga kurang lebih dua jam. Berangkat dari Stasiun Tugu pukul 16.15, aku dan istriku baru sampai rumah orang tuaku kurang lebih pukul 18.00. Pasalnya ketika kereta melalui perlintasan sebelum stasiun Wojo, tejadi kecelakaan dimana kereta Prameks yang aku tumpangi menabrak seorang wanita yang sedang mengendarai sepeda motor.

Kejadiaanya sendiri berlangsung cepat, aku yang berada di gerbong paling depan hanya mendengar suara klakson kereta mengiringi usaha masinis mengerem kereta dengan tajam diikuti suara seperti ranting pohon yang patah. Kereta baru berhenti sekitar 300 meter dari tempat kejadian. Kereta parkir disitu hampir 45 menit dari sejak kejadian. Malangnya korban yang ternyata orang Kutoarjo itu meninggal di tempat. Fuih.... jadi horor deh perjalanannya.

Nah waktu itu aku sempet juga nimbrung obrolan beberapa penumpang denga masinis yang masih satu gerbong dengan aku. Dari ceritanya disimpulkan bahwa motor korban mogok pada saat melewati perlintasan KA, dan dia kesulitan menghidupkan dan menggerakkan kembali sepeda motornya. Jadi apakah benar teori yang mengatakan bahwa mesin motor/mobil rawan mogok ketika melewati perlintasan KA yang akan segera dilewati KA? Ada yang tegas-tegas membantah, ada pula yang menyangsikan.

Mencari referensi tentang teori ini susah juga, kebanyakan artikel yang membahas ini berasal dari blog atau situs dalam negeri. Itupun masih banyak yang mempertanyakan keabsahannya. Jika memang teori itu benar seharusnya sudah banyak yang mengungkapkannya. Atau itu hanya karangan orang indonesia yang notabene manajemen sistem per-KeretaApi-annya masih kembang kempis. Aku dengan keterbatasan ilmu Fisika juga belum bisa menerima dengan logis bahwa kereta yang akan melintas bisa menyebabkan motor/mobil di depannya mogok.

Sepertinya dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang hal ini karena mungkin saja teori itu benar secara kasuistik. Teori ini bisa jadi berlaku untuk daerah perlintasan KA tertentu atau untuk jenis Kereta Api tertentu. Entahlah.

Pak Paiman Menjual Dipan Berkeliling

Hari minggu pagi tanggal 20 April kemarin aku mengantarkan istri tercinta belanja ke Pasar Gentan. Pasar tradisional kecil yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah kami itu cukup ramai. Mungkin karena letaknya yang memang strategis (dimana-mana yang namanya pasar letaknya strategis dong :D), terletak di pinggir jalan Kaliurang, tepatnya ada di kilometer 10. Sedangkan di sekitar daerah tersebut banyak perumahan dan perkampungan.

Seperti biasanya aku lebih senang menunggu di luar pasar sementara istriku berbelanja. Duduk di pangkalan ojek, aku senang memperhatikan aktifitas orang-orang. Melihat kegigihan orang-orang yang sedang mencari nafkah. Aku selalu kagum dengan kerja keras mereka. Apa yang mereka kerjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan terutama anak-anak mereka.

Tapi pagi itu pandanganku terhenti pada seorang bapak tua yang sedang duduk di sebuah dipan (tempat tidur) kayu di pinggir pasar. Dipan kayunya baru, sepertinya bapak tengah menanti seseorang yang mau membeli dipan tersebut. Hatiku tergerak untuk mengajak berbincang dengan bapak itu. Tapi sebelum menghampiri bapak itu, aku sempatkan mengambil gambarnya dengan kameraku, cepret!!

"Dipannya dijual ya pak?" tanyaku dengan bahasa jawa halus. Wajahnya kemudian tampak sumringah sambil mengiyakan pertanyaanku. Wah, jadi nggak enak nih kalo dikira mo membeli dipannya, pikirku. Makanya langsung aja aku ajak bapak itu berkenalan dan minta ijin ngobrol-ngobrol agar beliau tidak salah sangka.

Pak Paiman, begitu nama beliau. Aku sungkan bertanya tentang usianya, tapi kalo dilihat-lihat mungkin usia pak Paiman sudah lebih dari 60 tahun, lihat sendiri deh fotonya. Beliau mempunyai dua orang anak, aku juga tidak menanyakan lebih jauh tentang anaknya. Seiring dengan obrolan yang terus mengalir dan senyum lugu beliau yang mengiringi perkataanya, aku semakin kagum dengan beliau.

Dipan kayu yang dijual berkeliling dengan dipanggul di pundak itu adalah hasil karyanya sendiri. Butuh waktu kurang dari 3 hari untuk membuat satu dipan. Dipan ukuran single yang tengah dibawanya ini dijual dengan harga Rp. 300.000,-. Cukup murah untuk dipan dari bahan kayu jati. Kalo masih tega menawar harganya mungkin bisa lebih murah lagi :).

Mulanya aku pikir beliau tinggal di daerah sekitar itu. tapi ketika pak paiman membertahukan asalnya aku cukup kaget. Subhanalloh, ternyata beliau berasal dari daerah Bantul timur, tepatnya kecamatan Dlingo. Dan dari rumahnya itu pula beliau berjalan kaki memanggul dipannya. Entah sudah berapa puluh kilometer yang dilalui hingga sampai di sini, kelurahan Gentan, kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Hari ini adalah hari kedua sejak keberangkatan pak Paiman dari rumahnya. dan ketika aku tanya kalo malam menginap di mana, dengan tersenyum juga beliau menjawab "seadanya". Untuk yang satu ini mungkin beliau tinggal mencari tempat beratap, karena tempat tidurnya tentu sudah ada :) . Tentunya menjual dipan tidak semudah menjual kacang. Sekali berangkat mungkin bisa beberapa hari beliau memanggul dipannya keliling Yogyakarta dan sekitarnya. Subhanalloh. "Sebulan bisa jual berapa dipan pak?" pertanyaanku cuma dijawab dengan "lumayan hehehehe". Aku senang melihat senyum pak Paiman.

Meskipun hidupnya berat namun selama obrolan Pak Paiman tidak terlalu mengeluh, entah tentang harga-harga kebutuhan yang mahal, atau kondisi negara yang semakin tidak jelas. Beliau cuma heran ada apa dengan cuaca sekarang, "Masih jam 9 pagi kok sudah panas", begitu kira-kira ucapan beliau. Itu sih karena Global Warming pak, jawabku dalam hati.

Masih banyak yang ingin aku tanyakan ke Pak Paiman tapi istriku sudah ngawe-awe, oh dia sudah selesai belanjanya. Aku berpamitan dengan pak Paiman dan segera pulang. Sampai di rumah aku cerita ke istriku tentang pak Paiman. "Kenapa tadi tidak diajak makan? mungkin dia belum makan lho..." begitu kata istriku. Aku bingung harus bilang apa. Aku nggak mau dikira menaruh iba, padahal aku yakin beliau bukan tipe orang yang ingin dikasihani. Beliau orang yang tegar dan pekerja keras.

Buat saya, beliau adalah orang yang terhormat.

Berita Lelayu: Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Istri Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ibu Kastrian Indriawati pada hari Selasa, 22 januari 2008 pukul 01.00 WIB.

Semoga almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik dan diberikan pahala atas segala amal kebajikannya serta diampuni segala dosa-dosanya. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran.

Naik Kereta Api tut tu tut….

PramexHoree, sekarang kalo pulang kampung bisa naik kereta prameks. Sudah sejak lebaran kemarin ada penampakan baru di jalur kereta jurusan Jogja-Kutoarjo. Memang sejak jalur ganda (Double Track) mulai difungsikan PT KAI cabang Jogja mencoba menawarkan kereta Prambanan Express tujuan Kutoarjo yang sebelumnya telah sukses untuk tujuan Solo. Jadwal keberangkatannya nggak sebanyak tujuan Solo, cuma dua kali sehari, pagi pukul 08.30 dan sore pukul 03.30 wib (kalo blum ada perubahan ya). kalo dari kutoarjo jadwal keberangkatan pagi pukul 09.30 dan sore pukul 04.30.

Sayangnya pengalaman dua kali mencoba prameks jogja-kutoarjo beberapa waktu yang lalu terasa masih sangat sepi. Penumpang satu gerbong masih bisa dihitung dengan jari tangan. Hal ini mungkin karena jadwal kereta yang sangat tidak pas untuk digunakan para penglaju, atau mungkin juga memang belum tersosialisasi dengan baik, jadi masih banyak yang belum tahu akan keberadaan Prameks Jogja-kutoarjo ini. Tapi yang jelas dengan kereta ini terasa jauh lebih nyaman dan cepat dibandingkan dengan menggunakan bus. Apalagi jika weekend maka dipastikan bus jurusan kutoarjo hingga purwokerto berjubel-jubel penumpanganya. Tapi sekarang dengan harga tiket 10.000 rupiah bisa sampai di kutoarjo dengan waktu kurang lebih 50 menit, kalo mungkin dengan bus harus memakan waktu 1,5 jam lebih :D.

pokoknya naik kereta api tut... tut... tut......

Jadwal Kereta Prambanan Ekspres Jogja-Kutoarjo
Berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta:
1. 04.45 WIB
2. 07.00 WIB
3. 14.00 WIB
4. 16.00 WIB

Berangkat dari Stasiun Kutoarjo:
1. 05.50 WIB
2. 09.00 WIB
3. 15.00 WIB
4. 17.30 WIB

CMIIW!

(Go)Blog muncul di harian Kedaulatan Rakyat

Halah...! itu reaksi yang muncul ketika aku membaca kolom Analisis di harian Kedaulatan Rakyat hari Minggu kemarin. Masih dibahas tho???. Kolom Analisis pada tanggal 23 Sepetember 2007 tersebut memang ditulis oleh KRMT Roy Suryo Notodiprojo atau lebih kita kenal dengan nama Roy Suryo. Tema yang diangkat adalah mengenai Tumbuk Ageng Indonesia atau Pengetan Wolung Windu (= Peringatan 8x8 = 64 tahun) Indonesia menurut tahun jawa yang jatuh pada hari Jumat 21 September 2007 lalu (Jemuah Legi, 9 Pasa 1940 Ehe).

Awal-awal pembahasannya sih oke-oke aja, harus diakui aku jadi tambah pengetahuan tentang apa itu Tumbuk Ageng. tapi juntrungannya kok masuk ke masalah "Indonesia Raya 3 Stanza"?. Bukannya udah basi tuh?. Sepertinya Roy Suryo masih merasa perlu memberikan semacam rebounding atau "Pelurusan" opini tentang masalah tersebut. Tapi kok bahasanya ya itu-itu aja? tentang dituduh sekedar mengkopi file lah, telur Colombus lah. Tapi ada satu hal yang cukup menarik yaitu beliau menggunakan kembali istilah (Go)Blog. Entah apa yang dimaksud dengan istilah tersebut, tetapi menurut aku istilah tersebut hanya akan membingungkan pembaca harian konvensional seperti Kedaulatan Rakyat.

Nah seharusnya beliau lebih bisa menahan emosi karena tulisan tersebut sebenarnya memunyai tema yang cukup berbobot, namun isinya menjadi tidak nikmat lagi dibaca ketika mengkait-kaitkan kedewasaan hidup bernegara dengan perilaku blogger-blogger yang kurang sepaham dengan beliau. Tulisan beliau bisa anda baca di sini

Ingin Hadiah 100.000 USD?

Anda pengin jadi lebih kaya 100.000 USD? mungkin anda patut mempertimbangkan tawaran dari Abu Omar al-Baghdadi, seorang Pro Al-Qaeda. Syaratnya adalah membunuh kartunis asal Swedia Lars Vilks yang hasil karyanya menghina Nabi Muhammad.

Al-Baghdadi bahkan akan menambahkan 50.000 USD lagi jika Vilks digorok lehernya, "slaughtered like a lamb" seperti dikutip dari BBC News. Dan kalau ingin tambahan 50.000 USD lagi adalah hadiah untuk mencabut nyawa Ulf Johansson, editor Nerikes Allehanda, Harian di Swedia yang menayangkan hasil karya Vilks.

Read the rest of this entry »

Pirates of Indonesian

Kapan ya negara ini bisa maju?
Anak baru lahir terpaksa minum susu palsu...
Anak SD dihidangkan tontonan yang gak bermutu dan cenderung merusak moral...
Anak SMP dan SMU bolos dan pacaraaan mulu...
Tapi nggak masalah, masuk Perguruan Tinggi ternama juga nggak perlu pinter pinter amat, yang penting ada duit....
Cari kerja juga lebih gampang dengan nyogok dan nepotisme....
Pejabat...
rakyat...
inilah bangsa bajak laut....
karena kakek seorang petani yang pandai membajak...
karena nenek seorang pelaut...

Membuat Form Dalam Bentuk dll

Ini mungkin sudah basi ya? tapi nggak papa deh siapa tahu juga masih ada yang butuh informasinya. Seringkali aplikasi yang kita bangun dengan Delphi menghasilkan sebuah file aplikasi (exe) yang berukuran lumayan besar. Semakin banyak form yang kita bangun semakin besar pula aplikasi tersebut. Membuat form dalam bentuk Dynamic Link Library (dll) dapat dilakukan untuk menjadikan aplikasi kita lebih modular sehingga aplikasi utama lebih ramping. Selain itu update aplikasi juga bisa dilakukan lebih ringan jika dilakukan melalui jaringan.

Untuk membuat form dalam bentuk dll pertama kita bisa membuat project baru: Pilih File | New | Other. Kemudian pilih Dll wizard dalam tab New. Maka akan muncul jendela project1.dpr berikut:

library Project1;   

{ Important note about DLL memory management: ShareMem must be the
first unit in your library's USES clause AND your project's (select
Project-View Source) USES clause if your DLL exports any procedures or
functions that pass strings as parameters or function results. This
applies to all strings passed to and from your DLL--even those that
are nested in records and classes. ShareMem is the interface unit to
the BORLNDMM.DLL shared memory manager, which must be deployed along
with your DLL. To avoid using BORLNDMM.DLL, pass string information
using PChar or ShortString parameters. }   

uses
SysUtils,
Classes;   

{$R *.res}   

begin
end.


Read the rest of this entry »