Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Pada bulan Juli tahun lalu para pimpinan 34 partai politik kontestan Pemilu 2009 secara bersama mendeklarasikan (berjanji): akan melakukan kampanye damai, tertib, aman dan lancar; dan akan melakukan kampanye secara penuh edukatif dan bertanggungjawab demi kepentingan bangsa dan negara.
Sebelumnya, KPU juga telah menetapkan 34 Parpol peserta Pemilu 2009. Juga telah menetapkan masa Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 dimulai tanggal 12 Juli 2008 sampai 5 April 2009. Pada tahap awal, dilakukan kampanye tertutup dan promosi parpol di media. Sementara kampanye yang melibatkan massa baru akan dimulai Maret 2009.
Mengingat banyak terjadi gesekan-gesekan antar Parpol peserta Pemilu pada pelaksanaan Pemilu 2004 yang telah lalu, kami berusaha mengingatkan kembali deklarasi kampanye damai yang telah lalu. Semoga ke depan tak lagi kita temui gesekan-gesekan pada saat kampanye antara partai-partai politik peserta PEMILU 2009, maupun black campaign antar calon anggota legislatif di segala level. Sudah tiba saatnya kita membangun Indonesia yang lebih bermartabat di mata dunia, juga berwibawa di mata bangsanya. Salam Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.
Related items
Tags: Damai, Indonesia, Kampanye, KPU, Parpol, Pemilu
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 tidak hanya meninggalkan rasa suka pada sebagian orang namun juga duka yang mendalam pada para caleg2 yang gagal menjadi wakil rakyat. Ada yang stress, ada yang meninggal, ada yang bunuh diri, ada yang ngamuk dan lain sebagainya. Hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya mengingat apa yang mereka lakukan agar bisa menjadi wakil rakyat tidaklah rasional. Mereka mengeluarkan uang hingga milyaran rupiah bahkan ada yang sampai berhutang ke bank maupun lintah darat. Namun hasil yang didapat tidak sebanding dengan apa yang mereka keluarkan. Bahkan beberapa bulan sebelumnya sejumlah Rumah Sakit Jiwa telah menyiapkan kamar2 khusus untuk para calon anggota dewan yang gagal tersebut. Berikut adalah sepenggal kisah dari para calon anggota dewan yang gagal di Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. 