Kampanye Negatif Vs Kampanye Hitam

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Kampanye Negatif Vs Kampanye HitamDua istilah yang hampir sama namun beda dalam kenyataanya, dua-duanya juga banyak dilakukan selama pelaksanaan kampanye. Kampanye Negatif lebih menonjolkan kekurangan dari lawan politik. Lebih bagus lagi, apa yang disampaikan memiliki bukti atau telah terbukti. Kebalikannya, Kampanye Hitam merupakan model kampanye yang melempar isu, gosip dan sebangsanya. Tanpa didukung fakta atau bukti.

Dua-duanya juga bisa memicu gesekan-gesekan antar Parpol Peserta Pemilu Indonesia 2009. Media massa menjadi alat yang sangat efektif dalam melakukan kampanye negatif maupun kampanye hitam. Seperti istilah “ABS” yang dilontarkan Pak SBY beberapa waktu lalu, bisa jadi merupakan black campaign untuk menjatuhkan / menaikkan kredibilitias seseorang. Entah apakah kampanye negatif bisa dikatakan legal, meski terbukti kebenarannya, mengingat jika pada akhirnya bisa dikenakan pasal pencemaran nama baik ?

Apakah Kampanye Damai akan terwujud ? kenapa kita menjelek-jelekan satu sama lain ? Apakah kita sudah kehilangan nilai-nilai luhur bangsa ini ? Mari kita wujudkan kampanye damai pemilu indonesia 2009 dengan tidak menjelek-jelekan satu sama lain.

Tags: , ,

Kampanye on TV

Kampanye Damai Pemilu Indonesia on TVMedia Televisi telah membuktikan keampuhannya sebagai alat kampanye pada saat pelaksanaan pilkada di beberapa daerah. Parpol peserta Pemilu 2009 dan para Capres-Cawapres pun menyadari akan keefektifan iklan politik di media televisi ini.

Belum hilang dari ingatan kita beberapa waktu yang lalu Capres dari salah satu Parpol peserta Pemilu 2009 beriklan di media TV secara excessive/berlebihan. Dilihat dari segi positifnya para calon pemilih menjadi tahu dan kenal akan sosok Capres tersebut. Di sisi negatifnya, biaya yang dikeluarkan oleh Capres tersebut teramat besar. Jika rata-rata biaya beriklan secara excessive di sebuah stasiun TV per harinya adalah 500 Juta Rupiah, maka per bulan adalah 15 Milyar Rupiah. Itu hanya untuk satu stasiun TV saja. Jika kalikan dengan 10 stasiun TV, misalnya, maka biaya tersebut dianggap tidak relevan. Belum lagi dengan kampanye di media lain seperti radio, internet,baliho, spanduk, bendera, kaos, dan alat kampanye lainnya.

Biaya kampanye yang demikian besarnya itu mungkin dianggap wajar di dunia politik. Namun melihat keadaan ekonomi masyarakat kita hal tersebut bisa dianggap sesuatu yang bisa menyakiti hati rakyat Indonesia, sesuatu yang tidak elegan yang tidak pada tempatnya, sesuatu yang telah mendzalimi hati rakyat Indonesia.

Untuk itu, iklan politik di TV sebisa mungkin dibuat secara cerdas dan sewajarnya. Sekiranya mampu menyampaikan visi dan misi dari Parpol peserta Pemilu maupun Capres-Cawapres yang berkampanye.  Jika dilakukan secara elegan Kampanye di Media Televisi adalah salah satu cara Kampanye damai yang paling efektif.

Tags: , , , , ,