Kampanye on TV
Media Televisi telah membuktikan keampuhannya sebagai alat kampanye pada saat pelaksanaan pilkada di beberapa daerah. Parpol peserta Pemilu 2009 dan para Capres-Cawapres pun menyadari akan keefektifan iklan politik di media televisi ini.
Belum hilang dari ingatan kita beberapa waktu yang lalu Capres dari salah satu Parpol peserta Pemilu 2009 beriklan di media TV secara excessive/berlebihan. Dilihat dari segi positifnya para calon pemilih menjadi tahu dan kenal akan sosok Capres tersebut. Di sisi negatifnya, biaya yang dikeluarkan oleh Capres tersebut teramat besar. Jika rata-rata biaya beriklan secara excessive di sebuah stasiun TV per harinya adalah 500 Juta Rupiah, maka per bulan adalah 15 Milyar Rupiah. Itu hanya untuk satu stasiun TV saja. Jika kalikan dengan 10 stasiun TV, misalnya, maka biaya tersebut dianggap tidak relevan. Belum lagi dengan kampanye di media lain seperti radio, internet,baliho, spanduk, bendera, kaos, dan alat kampanye lainnya.
Biaya kampanye yang demikian besarnya itu mungkin dianggap wajar di dunia politik. Namun melihat keadaan ekonomi masyarakat kita hal tersebut bisa dianggap sesuatu yang bisa menyakiti hati rakyat Indonesia, sesuatu yang tidak elegan yang tidak pada tempatnya, sesuatu yang telah mendzalimi hati rakyat Indonesia.
Untuk itu, iklan politik di TV sebisa mungkin dibuat secara cerdas dan sewajarnya. Sekiranya mampu menyampaikan visi dan misi dari Parpol peserta Pemilu maupun Capres-Cawapres yang berkampanye. Jika dilakukan secara elegan Kampanye di Media Televisi adalah salah satu cara Kampanye damai yang paling efektif.
Related items
Tags: Advertising, Iklan, Kampanye alternatif, Rizal Malarangeng, Sutrisno Bachir, Televisi

2 Responses to “Kampanye on TV”
By Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 on Feb 6, 2009 | Reply
Yuuk mari, lha komeng saya yang tadi ilang ya hue..he… Sip. Seandainya saja terrealisir dalam dunia nyata, bener2 damai ya.
By Kampanye-Damai on Feb 6, 2009 | Reply
Hoho .. Tadi sampeyan komeng di post sebelah boss …