Kisah Caleg Gagal Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 tidak hanya meninggalkan rasa suka pada sebagian orang namun juga duka yang mendalam pada para caleg2 yang gagal menjadi wakil rakyat. Ada yang stress, ada yang meninggal, ada yang bunuh diri, ada yang ngamuk dan lain sebagainya. Hal tersebut sudah diprediksikan sebelumnya mengingat apa yang mereka lakukan agar bisa menjadi wakil rakyat tidaklah rasional. Mereka mengeluarkan uang hingga milyaran rupiah bahkan ada yang sampai berhutang ke bank maupun lintah darat. Namun hasil yang didapat tidak sebanding dengan apa yang mereka keluarkan. Bahkan beberapa bulan sebelumnya sejumlah Rumah Sakit Jiwa telah menyiapkan kamar2 khusus untuk para calon anggota dewan yang gagal tersebut. Berikut adalah sepenggal kisah dari para calon anggota dewan yang gagal di Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.
1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa menarik kembali bantuan sebuah mesin
genset yang di sumbangkannya ke mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana
sebesar Rp 1 juta yang disumbangkannya ke dua mushallah.
2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya ia menyumbang 100 buah
kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di Kecamatan Labangka, Namun karena
kecewa tidak meraih suara yang diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen
tersebut.
3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak disebut nama dan parpolnya,
meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per orang yang diberikan dengan target
50 hingga 60 suara. Namun di pemilu, perolehan yang ada hanya ada saksi dan
keluarga tim sukses.
4. Caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar dari Kota Bogor,Yuniar, melalui tim
suksesnya berinisial SB, menarik kembali ratusan buku tabungan masing-masing
senilai Rp50.000 bertuliskan Karya Nyata Sejahtera yang dibagikan saat kampanye
di Kampung Muara, RW 11/14, Kelurahan Pasirjaya,Kecamatan Bogor Barat.Namun saat
hasil suara dihitung, dari jumlah DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara,nama
Yuniar hanya memperoleh di bawah 10 suara di RW 11 dan 14.
5. Caleg Partai Golkar dari Daerah Pemilihan I Dumai Timur Aswin memalui tim
suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik yang telah dipasang untuk
menyalurkan listrik kewarga setempat.
6. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjar, Jawa Barat,
Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB Selasa
(14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk daerah pemilihan (dapil) I Kota
Banjar dengan nomor urut 8 itu ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun
Limusnunggal RT01/01, Desa Bangunjaya,Kecamata n Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.
7. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia
tewas bunuh diri akibat menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di
kediamannya Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.
8. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan mengakhiri hidupnya. Itu
dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang Caleg yang kalah. Lelaki yang menetap
di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat
gantung diri di kediamannya, Jumat (10/4). Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk
DPRD Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol.
Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan serabutan
ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untuk ngurus kemenangan Caleg
jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan istrinya.
9. Lazuardi, seorang caleg DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal
Senin (13/4) malam lalu. Ia meninggal beberapa jam setelah mengikuti
penghitungan suara pemilu. Diduga caleg dari Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia (PKPI) ini meninggal karena terlalu lelah dan stres mengikuti
rangkaian proses pemilu. Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya
legislator.
10. Sri Sumini, caleg dari Partai Demokrat di Solo, Jawa Tengah, meninggal
akibat serangan jantung dan lever pada hari Minggu (12/4). Menurut keluarga,
sejak masa kampanye hingga usai pencontrengan sang caleg lebih pendiam dan
terkesan menyimpan beban pikiran.
11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami depresi dan memilih melakukan
pengobatan spiritual untuk menyembuhkan depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di
Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.
12. Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam
Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9
April lalu.Sekitar pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan,
seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi
saat mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan
dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu
lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.
13. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dari
Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille Minggu (12/4) bersama tim suksesnya
nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat
perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.
14. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg berinisial HT meminta kembali
televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara
sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II,
Kota Ternate Selatan.
15. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung
diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten
Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang
bakal terjadi. Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan,
pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di
kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya
dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang
banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.
16. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD
Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu,
Kabupaten Buleleng.Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita
itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon
dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi
harapan.
17. Caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil) berinisial S Sirimau untuk
DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali karpet yang telah disumbangkan kepada
ibu-ibu pengajian setempat.
18. Caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah hadiah dan sumbangan yang
pernah ia berikan kepada warga Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg
yang menarik kembali sumbangan kampanyenya itu, S, caleg perempuan.Saat masa
kampanye, S cukup sering memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga. Di Dusun
Kamal, Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen untuk pembuatan jalan
konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat musik drumband dan uang
tunai Rp 2,5 juta.
19. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang
mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa ringan
atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami
gangguan jiwa berat: terus mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum.
Kelimanya kini dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.
20. Dahlan, caleg DPRD Bulukumba dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).
Caleg nomor urut tiga yang bertarung di Dapil I Kecamatan Herlang, Bonto Tiro
dan Kajang ini, melakukan aksi penyegelan gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa
Borong, Kecamatan Herlang.Dahlan mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11/4)
malam lalu dengan cara mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Ia
menyatakan, lahan yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.
21. Caleg EP dari partai RepublikaN menggusur 42 KK dari lahan tempat mereka
tinggal di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan Tobelo, kabupaten Halmahera Utara
(Halut). Tergusurnya warga itu dikarenakan ada pengusiran dari pemilik lahan
yang beralasan bahwa tempat tinggal warga “menumpang” itu akan
dibangun tempat usaha. EP yang merupakan caleg dari partai RepublikaN tak
memperoleh satupun suara dari TPS para warga berdomisili, yang menjadi pemicu
dari penggusuran tersebut.
22. Tim sukses salah satu caleg dari partai Golkar di Dapil I Ternate
(Ternate Selatan-Moti) yang menarik televisi yang diberikan di pangkalan ojek
Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah, termasuk merusak pangkalan tersebut hanya
beberapa jam setelah penghitungan suara berakhir.
23. Tim sukses Caleg berinisial MG di Kelurahan Jati Ternate melakukanpenarikan
televisi dan bantuan semen. Hal ini dilakukan karena suara yang diperolehnya
tidak sesuai dengan harapan.
Related items
Tags: caleg gagal, caleg stress

1 Trackback(s)